Menerima kritik memang tidak enak. Telinga kita terasa panas dan lidah kita ingin segera membantah. Kalau kita punya kekuasaan yang cukup, kita ingin segera membungkam si pengkritik itu dengan cara apapun. Namun,kalau dikelola dengan baik ,kritik dapat menjadi sesuatu yang berharga. Caranya, dengan tidak langsung bereaksi saat dikritik. Sebaiknya, tenangkan diri dan renungkan isi kritik itu. Kalau memang isinya benar, berterima kasihlah kepada si pengkritik dan mulailah mengubah diri kita. Kalau isi kritik itu salah, selidiki mengapa sampai orang melemparkan kritik tersebut. Mungkin ada sesuatu yang membuat orang itu salah mengerti tentang kita. Kritik yang tarasa pahit biasanya menghasilkan buah yang manis.
Kamis, 29 Desember 2011
Menerima kritik
Senin, 05 Desember 2011
RASA SAYANGKU KEPADAMU
Aku tahu, aku tak dapat melihatmu
Aku pun sadar, tak ada senyuman lagi untukku
Satu lembar coretanmu adalah kenangan untukku
Apakah kamu tahu?
Betapa sakitnya diriku ketika kehilanganmu
Karena kamu adalah matahariku satu-satunya
Kamu membuatku bahagia
Kala langit mendung
Kamu tak akan pernah tahu,
Betapa diriku menyanyangimu
Dan aku berharap
Kamu tetap menungguku dan berjanji
Akan bertemu denganku di sana
Langganan:
Postingan (Atom)