Sabtu, 07 Januari 2012

MENJADI KEBANGGAAN IBU


        Banyak orangtua takut menjadi tua. Takut ditinggal hidup sendiri di rumah jompo yang sekalipun mewah, tetapi jauh dari anak cucu. Bagai burung tua yang menunggu mati di “sarang yang kosong” setelah anak-anak dewasa dan mandiri. Namun sebenarnya orangtua tak perlu mengalami hal ini jika sejak dini mereka membangun relasi keluarga berdasarkan ketaatan pada firman tuhan. Yakni, agar anak taat dan hormat pada orang tua. Di lain pihak, meminta orangtua agar tidak membuat anak-anaknya marah.bagaimana orangtua membuat anak-anaknya marah? jika orangtua tak punya waktu untuk membangun komunikasi dan memberi perhatian yang  cukup untuk anak, dengan alasan harus bekerja keras demi masa depan anak. Sikap ini justru secara langsung menunjukkan sikap egois orangtua. Jika orangtua rindu anak-anak tetap hormat,peduli,dan mengasihi,sejak dini orangtua harus membangun kasih dan kepedulian. Bukan dengan kasih materialistis-membanjiri anak-anak dengan materi tanpa kehadiran orangtua.
            Jika hubungan seperti ini ada dalam keluarga, yakinlah bahwa kerinduan anak ialah selalu ingin membuat orangtua bangga. Seperti kariza yang bangga dan mendampingi ibunya dalam setiap siding. Bangunlah relasi keluarga yang sehat sebelum terlambat.

Kamis, 29 Desember 2011

Menerima kritik

Menerima kritik memang tidak enak. Telinga kita terasa panas dan lidah kita ingin segera membantah. Kalau kita punya kekuasaan yang cukup, kita ingin segera membungkam si pengkritik itu dengan cara apapun. Namun,kalau dikelola dengan baik ,kritik dapat menjadi sesuatu yang berharga. Caranya, dengan tidak langsung bereaksi saat dikritik. Sebaiknya, tenangkan diri dan renungkan isi kritik itu. Kalau memang isinya benar, berterima kasihlah kepada si pengkritik dan mulailah mengubah diri kita. Kalau isi kritik itu salah, selidiki mengapa sampai orang melemparkan kritik tersebut. Mungkin ada sesuatu yang membuat orang itu salah mengerti tentang kita. Kritik yang tarasa pahit biasanya menghasilkan buah yang manis.

Senin, 05 Desember 2011

RASA SAYANGKU KEPADAMU

Aku tahu, aku tak dapat melihatmu

Aku pun sadar, tak ada senyuman lagi untukku

Satu lembar coretanmu adalah kenangan untukku

Apakah kamu tahu?

Betapa sakitnya diriku ketika kehilanganmu

Karena kamu adalah matahariku satu-satunya

Kamu membuatku bahagia

Kala langit mendung

Kamu tak akan pernah tahu,

Betapa diriku menyanyangimu

Dan aku berharap

Kamu tetap menungguku dan berjanji

Akan bertemu denganku di sana